Hemat
Energi, Yuk!
Seiring perkembangan zaman yang kian maju,
teknologi-teknologi berkembang pesat. Berbagai jenis barang diciptakan untuk
membantu mempermudah segala aktivitas yang dilakukan oleh manusia seperti
adanya mobil, motor, kulkas, lampu, AC, dan sebagainya. Pabrik-pabrik dan
perusahaan-perusahaan besar berdiri di berbagai daerah.
Di sisi lain, penggunaan barang-barang tersebut secara berlebihan disertai dengan semakin meningkatnya jumlah populasi manusia dapat meningkatkan kebutuhan energi. Apalagi perusahaan-perusahaan pembangkit listrik tidak sedikit yang bersumber dari bahan bakar minyak dan batubara. Seperti yang telah kita ketahui bahwa bahan bakar minyak dan batubara merupakan sumberdaya alam yang tidak dapat diperbaharui. Butuh waktu atau proses yang sangat lama dalam pembentukan minyak dan batubara. Bisa dibayangkan bagaimana bila sumber daya alam tersebut dieksploitasi secara terus-menerus oleh manusia. Padahal jumlah populasi manusia semakin meningkat yang berarti kebutuhan akan energi juga meningkat.
Di sisi lain, penggunaan barang-barang tersebut secara berlebihan disertai dengan semakin meningkatnya jumlah populasi manusia dapat meningkatkan kebutuhan energi. Apalagi perusahaan-perusahaan pembangkit listrik tidak sedikit yang bersumber dari bahan bakar minyak dan batubara. Seperti yang telah kita ketahui bahwa bahan bakar minyak dan batubara merupakan sumberdaya alam yang tidak dapat diperbaharui. Butuh waktu atau proses yang sangat lama dalam pembentukan minyak dan batubara. Bisa dibayangkan bagaimana bila sumber daya alam tersebut dieksploitasi secara terus-menerus oleh manusia. Padahal jumlah populasi manusia semakin meningkat yang berarti kebutuhan akan energi juga meningkat.
Hasil pembakaran energi pada kendaraan-kendaraan
bermotor dan penggunaan AC yang berlebihan menjadi penyumbang yang cukup besar terjadinya
pemanasan global atau yang sering disebut sebagai global warming. Fenomena ini perlu diperhatikan lebih serius karena
menyangkut kelangsungan hidup manusia. Global
warming juga berpengaruh pada perubahan cuaca dan musim yang sangat
ekstrem. Dulu di Indonesia antara musim kemarau dan musim penghujan masih dapat diprediksi, namun sekarang sulit
membedakan mana musim kemarau dan mana musim penghujan.
Sudah saatnya kita perlu mengambil tindakan untuk menghemat energi. Penghematan energi ini tidak
serta-merta merupakan tanggung jawab pemerintah saja, tetapi juga merupakan
tangggung jawab kita semua. Jika setiap orang memiliki kesadaran akan
pentingnya penghematan energi ini, maka dampak buruk global warming dan
kelangkaan bahan bakar dapat diminimalisir. Penghematan energi ini dapat kita
mulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga atau lingkungan rumah kita
sendiri. Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menghemat energi antara
lain:
1.
Gunakan lampu hemat energi.
2.
Matikan lampu, televisi, atau komputer bila tidak
digunakan.
3.
Gunakan sepeda bila jarak yang ditempuh kurang
dari 3 km.
4.
Kurangi penggunaan AC.
5. Mendesain rumah atau gedung hemat energi, misalnya
dengan pencahayaan yang baik sehingga tidak perlu menggunakan lampu.
6. Memanfaatkan fasilitas-fasilitas umum yang
disediakan oleh pemerintah secara efektif.
7.
Kurangi penggunaan kantong-kantong plastik.
8.
Mengembangkan penelitian-penelitian untuk energi
alternatif.
9.
Mensosialisasikan penghematan energi.
Oleh karena itu, kita harus melakukan penghematan
energi dimanapun kita berada. Kekayaan alam ini bukan warisan nenek moyang
kita, tetapi merupakan titipan anak cucu kita. Generasi mendatang juga berhak
untuk menikmati kekayaan alam seperti kita saat ini. Hemat energi, yuk!
(Devy Kalkausari)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar