Minggu, 23 Desember 2012

ARTIKEL


Hemat Energi, Yuk!



Seiring perkembangan zaman yang kian maju, teknologi-teknologi berkembang pesat. Berbagai jenis barang diciptakan untuk membantu mempermudah segala aktivitas yang dilakukan oleh manusia seperti adanya mobil, motor, kulkas, lampu, AC, dan sebagainya. Pabrik-pabrik dan perusahaan-perusahaan besar berdiri di berbagai daerah.
Di sisi lain, penggunaan barang-barang tersebut secara berlebihan disertai dengan semakin meningkatnya jumlah populasi manusia dapat meningkatkan kebutuhan energi. Apalagi  perusahaan-perusahaan pembangkit listrik tidak sedikit yang bersumber dari bahan bakar minyak dan batubara. Seperti yang telah kita ketahui bahwa bahan bakar minyak dan batubara merupakan sumberdaya alam yang tidak dapat diperbaharui. Butuh waktu atau proses yang sangat lama dalam pembentukan minyak dan batubara.  Bisa dibayangkan bagaimana bila sumber daya alam tersebut dieksploitasi secara terus-menerus oleh manusia. Padahal jumlah populasi manusia semakin meningkat yang berarti kebutuhan akan energi juga meningkat.
Hasil pembakaran energi pada kendaraan-kendaraan bermotor dan penggunaan AC yang berlebihan menjadi penyumbang yang cukup besar terjadinya pemanasan global atau yang sering disebut sebagai global warming. Fenomena ini perlu diperhatikan lebih serius karena menyangkut kelangsungan hidup manusia. Global warming juga berpengaruh pada perubahan cuaca dan musim yang sangat ekstrem. Dulu di Indonesia antara musim kemarau dan musim penghujan masih  dapat diprediksi, namun sekarang sulit membedakan mana musim kemarau dan mana musim penghujan.
Sudah saatnya kita perlu mengambil tindakan untuk  menghemat energi. Penghematan energi ini tidak serta-merta merupakan tanggung jawab pemerintah saja, tetapi juga merupakan tangggung jawab kita semua. Jika setiap orang memiliki kesadaran akan pentingnya penghematan energi ini, maka dampak buruk global warming dan kelangkaan bahan bakar dapat diminimalisir. Penghematan energi ini dapat kita mulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga atau lingkungan rumah kita sendiri. Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menghemat energi antara lain:
     1.     Gunakan lampu hemat energi.
     2.    Matikan lampu, televisi, atau komputer bila tidak digunakan.
     3.    Gunakan sepeda bila jarak yang ditempuh kurang dari 3 km.
     4.    Kurangi penggunaan AC.
    5.      Mendesain rumah atau gedung hemat energi, misalnya dengan pencahayaan yang baik sehingga tidak perlu menggunakan lampu.
    6.   Memanfaatkan fasilitas-fasilitas umum yang disediakan oleh pemerintah secara efektif.
    7.    Kurangi penggunaan kantong-kantong plastik.
    8.    Mengembangkan penelitian-penelitian untuk energi alternatif.
    9.    Mensosialisasikan penghematan energi.
Oleh karena itu, kita harus melakukan penghematan energi dimanapun kita berada. Kekayaan alam ini bukan warisan nenek moyang kita, tetapi merupakan titipan anak cucu kita. Generasi mendatang juga berhak untuk menikmati kekayaan alam seperti kita saat ini. Hemat energi, yuk!

(Devy Kalkausari)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar