Harry Potter, Twilight, Spiderman, Final
Destination merupakan beberapa contoh dari banyak film luar negeri yang diputar
dan selalu menjadi film yang ditunggu-tunggu masyarakat Indonesia. Mereka rela
mengantri tiket demi menonton film-film luar negeri yang fenomenal tersebut.
Tak heran mengapa masyarakat Indonesia selalu menunggu dan meng-update film-film luar yang akan diputar
di Indonesia. Itu semua disebabkan oleh alur cerita dan imajinasi yang disajikan dalam
film luar negeri sangat menarik dan membuat banyak orang terutama remaja
Indonesia berdecak kagum. Hal tersebut juga mengakibatkan kita sebagai
masyarakat Indonesia ketagihan untuk menonton film luar dan terkadang melupakan
film Indonesia sendiri.
Akhir-akhir ini masyarakat Indonesia, terutama
para remaja lebih memilih untuk menonton film karya luar negeri dibanding film
karya negeri sendiri. Hal tersebut mungkin juga kita alami oleh diri kita
sendiri. Mungkin tidak ada salahnya jika
kita menonton film karya luar negeri sekedar untuk me-refresh pikiran, menghibur diri, menambah pengetahuan, dan menjadi
evaluasi sendiri untuk film-film karya dalam negeri. Tetapi alangkah baiknya
jika kita juga tidak melupakan film-film karya dalam negeri yang semakin hari
semakin terbelakang. Padahal pasaran film-film dalam negeri terutama film
Indonesia sedang mengalami peningkatan jumlah produksi dalam berbagai jenis
genre film. Tak hanya jumlahnya, namun kualitasnya juga semakin bagus karena
banyak lembaga perfilman Indonesia melakukan evaluasi terlebih dahulu sebelum
film tersebut masuk ke pasaran bioskop, mulai dari film yang bertema komedi,
religi, horror, politik, sosial budaya, hingga percintaan.b banyak film
Indonesia yang dapat kita banggakan dan memberi motivasi bagi para pemuda
seperti Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Alangkah Lucunya Negeri Ini, Garuda di
Dadaku, The King, Darah Garuda, Denias, Rumah Tanpa Jendela, Ayat-Ayat Cinta
Ketika Cinta Bertasbih, dan masih banyak lagi. Film-film tersebut memberikan
banyak manfaat terutama dalam membangkitkan motivasi hidup. Alur cerita film
tersebut tidak jauh dari kehidupan sehari-hari kita, sehingga amanat film
tersebut dapat diterima oleh penonton dengan mudah.
Jika dibandingkan dengan film karya luar negeri,
film karya dalam negeri memang masih kalah. Masih ada beberapa hal yang masih
harus dievaluasi. Seperti soundtrack dan sinematografi yang kuarng memuaskan
penonton, tema-tema film yang masih
monoton seperti love life dan hantu
berbau porno. Akhir-akhir ini memang yang paling banyak dipasarkan merupakan
kisah cinta para remaja. Hal tersebut kurang memberikan motivasi dan pengaruh
positif bagi para pemuda Indonesia sendiri karena sebagian film tersebut tidak
memberikan amanat yang baik untuk para remaja. Contoh lainnya pada film-film
horror yang terkadang selalu menunjukkan
adegan atau unsur-unsur mesum yang seharusnya tidak boleh diperlihatkan.
Hal tersebut akan memberikan pengaruh negatif bagi para penontonnya terutama
jika anak-anak masih di bawah umur yang menonton. Orang tua sangat berperan
penting dalam memillih film-film yang layak dilihat oleh anak-anak dan harus
turut serta membimbing anak saat menonton film. Selain itu, imajinasi dan
animasi yang dihasilkan memang belum sehebat film karya luar negeri. Mungki
kita bisa menonton fil-film luar negeri yang menonjolkan animasinya seperti
Harry Potter, Spiderman, Alice in Wonderland, Iron Man, dan Avatar sekedar
untuk menjadi contoh dan bahan evaluasi untuk karya-karya dalam negeri sendiri
agar bisa menjadi lebih maju. Tapi bukan berarti kita boleh meniru hasil karya
luar negeri. Karena itu sama saja kita melanggar peraturan Hak Cipta suatu
karya. Salah satu kasus, tidak sedikit film Indonesia meniru hasil karya luar
negeri, sehingga penyelesaian masalah melalui jalur hukum internasional pun harus
dihadapi. Dan yang paling disayangkan, akhir-akhir ini banyak film Indonesia
yang menyinggung adegan yang tidak seharusnya diperlihatkan. Tidak hanya pada
film horror. Bahkan dari film-film berkisah percintaan para remaja biasa saja
dari judul filmnya sudah sangat tidak pantas seperti Cewek Saweran, Satu Lubang
Rame-rame, dan Mas Suka Masukin Aja.
Pasti pikiran kita tentang alur cerita film tersebut sudah terlihat sejak kita
membaca judul filmnya, bisa dibilang alur cerita yang tidak pantas untuk
dipertontonkan.
Walaupun belum bisa sehebat film karya luar
negeri, film Indonesia pun memiliki banyak kelebihan yang patut dibanggakan.
Banyak film Indonesia yang menceritakan kehidupan masyarakat kelas bawah dalam
menggapai impian dan cita-cita mereka yang tinggi. Perjuangan mereka sangatlah
gigih hingga akhirnya mereka menjadi orang yang sukses dan menjadi seperti apa
yang mereka impikan sebelumnya. Perjuangan mereka diceritakan dengan sangat
menarik dan detail. Sehingga terkadang dapat membuat penonton ikut terlarut ke
dalam jalan cerita film tersebut. Kisah-kisah seperti itulah yang dapat
memberikan motivasi dan pengaruh positif bagi kita semua terutama bagi para
pemuda calon penerus bangsa. Dan film-film seperti inilah yang harus
dikembangkan dan dihasilkan oleh masyarakat Indonesia dengan kisah dan alur
yang berbeda-beda untuk memberikan berbagai macam variasi karya-karya perfilman
dalam negeri. Sebagai contoh, kita dapat menyaksikan film Laskar Pelangi, Sang
Pemimpi, The King, Rumah Tanpa Jendela, Garuda di Dadaku, dan masih banyak film
lainnya yang dapat menjadi motivasi diri kita. selain dapat memotivasi diri
kita untuk berusaha dengan gigih dalam mencapai impian kita, film-film tersebut
juga dapat menumbuhkan rasa untuk ingin saling tolong-menolong terhadap sesama.
Tak hanya itu, banyak film-film religius yang dapat memberikan pengaruh yang
sangat besar bagi para penontonnya seperti film Ayat-Ayat Cinta dan Ketika
Cinta Bertasbih. Penjualan tiket kedua film itu mencuat melebihi target
pemasaran, hal ini dikarenakan cerita yang disajikan begitu memikat hati para
penonton. Bagi kita yang menonton film tersebut, akan tergugah rasa keinginan
untuk senantiasa beribadah kepada Tuhan dan merasa dekat dengan Tuhan kita.
selain itu, ada juga film-film yang dapat menumbuhkan rasa patriotism dan
nasionalisme dalam diri kita sebagai Bangsa Indonesia agar selalu membela
Negara dan berjuang untuk mengangkat nama Negara Indonesia dalam dunia internasional.
Kita sebagai bangsa Indonesia juga harus berusaha keras agar Negara Indonesia
dapat berubah dari Negara berkembang menjadi Negara maju seperti Negara-negara
lain yang sudah sukses mencapai cita-cita utamanya. Sperti yang dapat kita
lihat yaitu fil Garuda di Dadaku dan Darah Garuda. Selain itu, ada satu hal
lagi yang patut untuk kita banggakan. Yaitu sudah ada beberpa film karya
Indonesia yang diputar di luar negeri. Seperti film Ketika Cinta Bertasbih,
Sang Pencerah, dan Meraih Mimpi.
Di samping film-film yang beredar dan diputar di
bioskop, sebenarnya masih ada film lain yang tak kalah berkualitasnya seperti
film indie atau film documenter yang tidak komersil. Film-film ini menawarkan
ide cerita yang sangat menarik dan berbobot. Sayangnya kurang dikenal oleh
masyarakat Indonesia sendiri. Film-film yang berkualitas ini jarang mendapat
tempat di bioskop dan biasanya hanya berseliweran di festival-festival.
Oleh karena itu, marilah kita sebagai masyarakat
Indonesia bekerja sama untuk menghasilkan karya-karya dalam negeri yang
bermutu, berkualitas, dan dapat dibanggakan. Tidak hanya dalam karya perfilman,
tetpai juga karya-karya lain baik modern maupun tradisional. Kita harus
mendukung semua karya dalam negeri dengan melihat, menghargai, dan tidak
membeli barang bajakan. Membeli barang bajakan sama saja kita tidak menghargai
kerja keras para penghasil karya dalam negeri. Majulah karaya-karya dalam
negeri Indonesia! Cintailah perfilman Indonesia! Makes the Indonesian’s Movies
to be number one, and better than Foreign’s Movies.
(Fauzia Aulia Putri dan
Fitri Nur Aini)
Sumber: Buletin Suara
Puspa SMA Negeri 5 Yogyakarta

Tidak ada komentar:
Posting Komentar