Minggu, 23 Desember 2012

ARTIKEL


1001 Serba-Serbi Perfilman Indonesia



Harry Potter, Twilight, Spiderman, Final Destination merupakan beberapa contoh dari banyak film luar negeri yang diputar dan selalu menjadi film yang ditunggu-tunggu masyarakat Indonesia. Mereka rela mengantri tiket demi menonton film-film luar negeri yang fenomenal tersebut. Tak heran mengapa masyarakat Indonesia selalu menunggu dan meng-update film-film luar yang akan diputar di Indonesia. Itu semua disebabkan oleh alur cerita dan imajinasi yang disajikan dalam film luar negeri sangat menarik dan membuat banyak orang terutama remaja Indonesia berdecak kagum. Hal tersebut juga mengakibatkan kita sebagai masyarakat Indonesia ketagihan untuk menonton film luar dan terkadang melupakan film Indonesia sendiri.
Akhir-akhir ini masyarakat Indonesia, terutama para remaja lebih memilih untuk menonton film karya luar negeri dibanding film karya negeri sendiri. Hal tersebut mungkin juga kita alami oleh diri kita sendiri.  Mungkin tidak ada salahnya jika kita menonton film karya luar negeri sekedar untuk me-refresh pikiran, menghibur diri, menambah pengetahuan, dan menjadi evaluasi sendiri untuk film-film karya dalam negeri. Tetapi alangkah baiknya jika kita juga tidak melupakan film-film karya dalam negeri yang semakin hari semakin terbelakang. Padahal pasaran film-film dalam negeri terutama film Indonesia sedang mengalami peningkatan jumlah produksi dalam berbagai jenis genre film. Tak hanya jumlahnya, namun kualitasnya juga semakin bagus karena banyak lembaga perfilman Indonesia melakukan evaluasi terlebih dahulu sebelum film tersebut masuk ke pasaran bioskop, mulai dari film yang bertema komedi, religi, horror, politik, sosial budaya, hingga percintaan.b banyak film Indonesia yang dapat kita banggakan dan memberi motivasi bagi para pemuda seperti Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Alangkah Lucunya Negeri Ini, Garuda di Dadaku, The King, Darah Garuda, Denias, Rumah Tanpa Jendela, Ayat-Ayat Cinta Ketika Cinta Bertasbih, dan masih banyak lagi. Film-film tersebut memberikan banyak manfaat terutama dalam membangkitkan motivasi hidup. Alur cerita film tersebut tidak jauh dari kehidupan sehari-hari kita, sehingga amanat film tersebut dapat diterima oleh penonton dengan mudah.
Jika dibandingkan dengan film karya luar negeri, film karya dalam negeri memang masih kalah. Masih ada beberapa hal yang masih harus dievaluasi. Seperti soundtrack dan sinematografi yang kuarng memuaskan penonton, tema-tema film yang  masih monoton seperti love life dan hantu berbau porno. Akhir-akhir ini memang yang paling banyak dipasarkan merupakan kisah cinta para remaja. Hal tersebut kurang memberikan motivasi dan pengaruh positif bagi para pemuda Indonesia sendiri karena sebagian film tersebut tidak memberikan amanat yang baik untuk para remaja. Contoh lainnya pada film-film horror yang terkadang selalu menunjukkan  adegan atau unsur-unsur mesum yang seharusnya tidak boleh diperlihatkan. Hal tersebut akan memberikan pengaruh negatif bagi para penontonnya terutama jika anak-anak masih di bawah umur yang menonton. Orang tua sangat berperan penting dalam memillih film-film yang layak dilihat oleh anak-anak dan harus turut serta membimbing anak saat menonton film. Selain itu, imajinasi dan animasi yang dihasilkan memang belum sehebat film karya luar negeri. Mungki kita bisa menonton fil-film luar negeri yang menonjolkan animasinya seperti Harry Potter, Spiderman, Alice in Wonderland, Iron Man, dan Avatar sekedar untuk menjadi contoh dan bahan evaluasi untuk karya-karya dalam negeri sendiri agar bisa menjadi lebih maju. Tapi bukan berarti kita boleh meniru hasil karya luar negeri. Karena itu sama saja kita melanggar peraturan Hak Cipta suatu karya. Salah satu kasus, tidak sedikit film Indonesia meniru hasil karya luar negeri, sehingga penyelesaian masalah melalui jalur hukum internasional pun harus dihadapi. Dan yang paling disayangkan, akhir-akhir ini banyak film Indonesia yang menyinggung adegan yang tidak seharusnya diperlihatkan. Tidak hanya pada film horror. Bahkan dari film-film berkisah percintaan para remaja biasa saja dari judul filmnya sudah sangat tidak pantas seperti Cewek Saweran, Satu Lubang Rame-rame,  dan Mas Suka Masukin Aja. Pasti pikiran kita tentang alur cerita film tersebut sudah terlihat sejak kita membaca judul filmnya, bisa dibilang alur cerita yang tidak pantas untuk dipertontonkan.
Walaupun belum bisa sehebat film karya luar negeri, film Indonesia pun memiliki banyak kelebihan yang patut dibanggakan. Banyak film Indonesia yang menceritakan kehidupan masyarakat kelas bawah dalam menggapai impian dan cita-cita mereka yang tinggi. Perjuangan mereka sangatlah gigih hingga akhirnya mereka menjadi orang yang sukses dan menjadi seperti apa yang mereka impikan sebelumnya. Perjuangan mereka diceritakan dengan sangat menarik dan detail. Sehingga terkadang dapat membuat penonton ikut terlarut ke dalam jalan cerita film tersebut. Kisah-kisah seperti itulah yang dapat memberikan motivasi dan pengaruh positif bagi kita semua terutama bagi para pemuda calon penerus bangsa. Dan film-film seperti inilah yang harus dikembangkan dan dihasilkan oleh masyarakat Indonesia dengan kisah dan alur yang berbeda-beda untuk memberikan berbagai macam variasi karya-karya perfilman dalam negeri. Sebagai contoh, kita dapat menyaksikan film Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, The King, Rumah Tanpa Jendela, Garuda di Dadaku, dan masih banyak film lainnya yang dapat menjadi motivasi diri kita. selain dapat memotivasi diri kita untuk berusaha dengan gigih dalam mencapai impian kita, film-film tersebut juga dapat menumbuhkan rasa untuk ingin saling tolong-menolong terhadap sesama. Tak hanya itu, banyak film-film religius yang dapat memberikan pengaruh yang sangat besar bagi para penontonnya seperti film Ayat-Ayat Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih. Penjualan tiket kedua film itu mencuat melebihi target pemasaran, hal ini dikarenakan cerita yang disajikan begitu memikat hati para penonton. Bagi kita yang menonton film tersebut, akan tergugah rasa keinginan untuk senantiasa beribadah kepada Tuhan dan merasa dekat dengan Tuhan kita. selain itu, ada juga film-film yang dapat menumbuhkan rasa patriotism dan nasionalisme dalam diri kita sebagai Bangsa Indonesia agar selalu membela Negara dan berjuang untuk mengangkat nama Negara Indonesia dalam dunia internasional. Kita sebagai bangsa Indonesia juga harus berusaha keras agar Negara Indonesia dapat berubah dari Negara berkembang menjadi Negara maju seperti Negara-negara lain yang sudah sukses mencapai cita-cita utamanya. Sperti yang dapat kita lihat yaitu fil Garuda di Dadaku dan Darah Garuda. Selain itu, ada satu hal lagi yang patut untuk kita banggakan. Yaitu sudah ada beberpa film karya Indonesia yang diputar di luar negeri. Seperti film Ketika Cinta Bertasbih, Sang Pencerah, dan Meraih Mimpi.
Di samping film-film yang beredar dan diputar di bioskop, sebenarnya masih ada film lain yang tak kalah berkualitasnya seperti film indie atau film documenter yang tidak komersil. Film-film ini menawarkan ide cerita yang sangat menarik dan berbobot. Sayangnya kurang dikenal oleh masyarakat Indonesia sendiri. Film-film yang berkualitas ini jarang mendapat tempat di bioskop dan biasanya hanya berseliweran di festival-festival.
Oleh karena itu, marilah kita sebagai masyarakat Indonesia bekerja sama untuk menghasilkan karya-karya dalam negeri yang bermutu, berkualitas, dan dapat dibanggakan. Tidak hanya dalam karya perfilman, tetpai juga karya-karya lain baik modern maupun tradisional. Kita harus mendukung semua karya dalam negeri dengan melihat, menghargai, dan tidak membeli barang bajakan. Membeli barang bajakan sama saja kita tidak menghargai kerja keras para penghasil karya dalam negeri. Majulah karaya-karya dalam negeri Indonesia! Cintailah perfilman Indonesia! Makes the Indonesian’s Movies to be number one, and better than Foreign’s Movies.

(Fauzia Aulia Putri dan Fitri Nur Aini)
Sumber: Buletin Suara Puspa SMA Negeri 5 Yogyakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar