Minggu, 23 Desember 2012

ARTIKEL


Mengapa Kita Harus Saling Mencela?



Sobat, apa yang terlintas di benak kalian jika mendengar nama negara tetangga kita “Malaysia”? Hmm.. Saya pikir tidak sedikit yang akan mengumpat dengan kata-kata yang selayaknya tidak pantas untuk diucapkan. Betulkah? Terbukti saat kompetisi piala AFF lalu Timnas Indonesia bertanding dengan Malaysia, status-status di jejaring sosial facebook terpampang begitu saja berisikan nama-nama penghuni kebun binatang. Apakah pantas hal semacam itu dipublikasikan?
Mungkin ini bukan lagi soal kalah atau menang, tetapi soal harga diri dan identitas yang ‘katanya’ telah diinjak-injak oleh negeri tetangga. Jika memang demikian, mengapa tidak melakukan tindakan yang lebih nyata yang tentunya lebih baik dari hanya sekedar mengumpat? Jangan sampai kita mendapat julukan tong kosong nyaring bunyinya, sobat. Kita juga perlu introspeksi diri agar hal-hal semacam ini tidak perlu terulang lagi. Jika perkara ini menyangkut kebudayaan kita yang lagi-lagi ‘katanya’ dicuri, kita bisa memperbaiki sikap kita untuk lebih mencintai dan menghargai budaya bangsa.
Sejatinya kita dengan negeri tetangga itu adalah saudara, sob. Sesama Muslim itu adalah saudara. Lihat penduduk warga Negara Indonesia yang mayoritas adalah Muslim. Lihat Malaysia yang notabene adalah Negara Muslim. Apakah selayaknya kita saling bercerai-berai? Tentu tidak. “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara” (QS. Al-Hujuraat:10).
Mungkin ada perkara lain sebagai akar permasalahan timbulnya perpecahan ini. Seperti kutipan dari funpage “Berbagi Ilmu Pengetahuan” di facebook berikut.
Sebuah percakapan rahasia Zionis Yahudi: “Jika kamu ingin menghancurkan sebuah wilayah/bangsa. Bagaimana kamu melakukannya?”
Jawabannya ada 2 cara,,, "Cara pertama adalah kami datang mengebom daerah itu dan seterusnya, tapi itu tidak efisien. Dan cara yang paling tepat adalah (yang kedua) yaitu membuat mereka menghancurkan dirinya sendiri dengan memecah belah satu sama lain, lalu kami memberikan dukungan pada keduanya dan memiliki agen di kedua belah pihak yang memanas-manasi keduanya, sehingga mereka saling menghina, menyakiti, membunuh dan menghancurkan satu sama lain, ketika mereka berdua hancur maka kamilah pemenangnya."
       Nah, dari kutipan tersebut tidak menutup kemungkinan kita juga sedang diadu domba, sob. Jika kita bersatu maka akan tercipta suatu kekuatan yang tangguh untuk melawan pengadu domba tersebut. Tunjukkan bahwa kita sebagai umat Muslim tidak mudah untuk diadu domba, sob! Setiap perkara pasti ada jalan keluarnya. Dan percayalah bahwa kebenaran itu pasti menang.

(Devy Kalkausari)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar