DAUR ULANG SAMPAH
PLASTIK MENJADI TAS CANTIK
Plastik telah menjadi bagian
penting dalam kehidupan manusia. Plastik banyak digunakan sebagai bahan untuk
kemasan. Bentuknya yang praktis dan
ringan merupakan salah satu alasan mengapa plastik banyak digunakan. Bahkan
hampir di setiap tempat kita dapat menemukan plastik. Banyak produk dikemas
dengan bahan plastik.
Plastik digunakan sebagai bahan
baku kemasan, produk-produk kebutuhan rumah tangga dan sebagainya. Hampir semua
produk dikemas dengan plastik. Penggunaan kantong plastik juga sering digunakan
saat berbelanja baik di pasar-pasar tradisional maupun di swalayan-swalayan.
Kantong-kantong plastik banyak digunakan sebagai pengganti tas belanjaan karena
lebih praktis dan murah. Kantong plastik tersebut biasanya hanya
digunakansekali pakai saja. Hal ini menyebabkan penumpukan sampah plastik
semakin meningkat.
Banyak kita temukan sampah plastik
khususnya berupa kemasan berserakan di jalan-jalan, taman, sungai, dan di
berbagai tempat lainnya. Ini menunjukkan bahwa masih rendahnya tingkat
kesadaran masyarakat terhadap lingkungan. Padahal, plastik-plastik yang telah
menjadi sampah tersebut akan menimbulkan berbagai dampak negatif bagi
lingkungan dan kesehatan apabila tidak dikelola dengan baik. Belum banyak
masyarakat yang mengetahui bagaimana memanfaatkan sampah plastik dengan cara
daur ulang.
Plastik adalah bahan yang mempunyai
derajat kekristalan lebih rendah daripada serat. Plastik dapat dilunakkan atau
dicetak pada suhu tinggi. Suhu peralihan kacanya harus di atas suhu ruang, jika
tidak maka akan banyak bersambung silang. Plastik merupakan polimer bercabang
atau linier yang dapat dilelehkan di atas panas penggunaannya. Plastik dapat
dicetak dan dicetak ulang sesuai bentuk yang diinginkan dan yang dibutuhkan
dengan menggunakan proses ekstrusi. Plastik juga dapat dibentuk menjadi fiber
sintetik (http://www.chem-is-try.org).
Banyak orang yang tidak tahu bahwa
sebenarnya plastik yang memiliki tanda panah segitiga tidak semuanya dapat
didaur ulang. Sebenarnya tanda segitiga panah pada plastik menunjukkan bahan
yang digunakan. Dan kebanyakan dari kita menganggapnya sebagai tanda recycle saja. Di tengah tanda segitiga
panah terdapat nomor yang menunjukkan jenis-jenis plastik. Jenis-jenis plastik
berdasarkan nomor-nomor tersebut (http://www.ampl.or.id) yaitu:
1.
PET atau PETE adalah
polyethylene terephtalate. Digunakan untuk membuat botol plastik dan kontainer
dari minuman serta botol minyak sayur. Dapat didaur ulang menjadi pakaian,
karpet, kontainer baru.
2.
HDPE adalah polyethylene densitas tinggi, plastik
serba guna yang dapat didaur ulang. Digunakan untuk membuat botol deterjen,
botol jus, botol oli motor, kantong sampah dan kotak sereal. Dapat didaur ulang
menjadi botol, lantai keramik, pipa drainase dan mebel.
|
3
|
3.
Vinyl/PVC atau
V/polyvinyl chloride yang keras dan tahan cuaca. Digunakan untuk membuat botol
deterjen, botol minyak goreng, jendela, pipa saluran, dan bungkus makanan
cerah. Dapat didaur ulang untuk membuat lantai, keset, dan sebagainya.
4. LDPE adalah low density polyethylene dan memiliki
banyak aplikasi. Digunakan untuk botol dan tote
bags. Dapat didaur ulang untuk bil pesawat milik maskapai, tong penyimpan
pupuk kompos, bahan untuk lantai dan bangunan.
5. PP adalah polypropylene. Umumnya ditemukan dalam
tutup botol, yogurt container, dan botol saus. Dapat didaur ulang menjadi kabel
baterai, wadah, tong dan nampan.
6. PS adalah polystyrene yang biasa dikenal dengan
merk dagang styrofoam. Styrene telah diklaim oleh kelompok kesehatan bahwa
dapat melepaskan toksin ke dalam makanan. Agen perlindungan hidup Amerika
Serikat menyatakan bahwa styrene memiliki efek yang merugikan bagi kesehatan.
Dapat didaur ulang dan digunakan untuk membuat insulasi.
7. Other/lainnya/polycarbonate, adalah produk yang
digunakan untuk membuat iPod, DVD, kacamata hitam, anti-peluru, dan galon air 5
liter. Jenis plastik ini tidak mudah didaur ulang.
Salah satu penyebab rusaknya
lingkungan hidup yang sampai saat ini
masih menjadi persoalan besar yaitu faktor pembuangan limbah sampah
plastik. Sampah plastik merupakan salah satu jenis sampah anorganik (Siti
Rochani, 2007: 34). Sampah jenis ini tidak mudah membusuk. Plastik yang telah
menjadi sampah memerlukan waktu ratusan tahun untuk dapat terurai dengan
sempurna. Saat terurai, partikel-partikel plastik akan mencemari tanah dan air
tanah. Sampah plastik dapat menghalangi sirkulasi di dalam tanah dan ruang
gerak hewan-hewan pengurai di dalam tanah sehingga menurunkan kesuburan tanah.
Jika sampah plastik dibakar, maka akan menghasilkan asap beracun yang berbahaya
bila terhirup oleh manusia. Dampaknya antara lain dapat menyebabkan penyakit
kanker, hepatitis, pembengkakan hati, gangguan sistem saraf dan gejala depresi.
Sampah-sampah berupa kantong plastik juga dapat menyebabkan banjir karena
menyumbat saluran-saluran air atau tanggul bahkan dapat merusak turbin waduk.
Sejak proses produksi hingga tahap pembuangan, sampah plastik mengemisikan gas
rumah kaca ke atmosfer yang mengakibatkan pemanasan global (http://www.kapanlagi.com).
Diperkirakan ada 500 juta sampai 1
milyar kantong plastik digunakan penduduk dunia dalam satu tahun. Ini berarti
ada 1 juta kantong plastik per menit. Jika sampah-sampah ini dibentangkan maka
dapat membungkus permukaan bumi setidaknya hingga 10 kali lipat. Coba bayangkan
begitu fantastisnya sampah plastik yang sudah terlampau menggunung di bumi kita
ini. Dan yang lebih fantastis lagi, diperlukan 12 juta barel minyak per tahun
dan 14 juta pohon ditebang untuk membuatnya. Bila hal tersebut dibiarkan
terus-menerus dapat merusak lingkungan dan berpengaruh buruk terhadap kesehatan
manusia.
Beberapa fakta yang berkaitan
dengan sampah plastik dan lingkungan:
1. Sekitar 80% sampah di lautan berasal dari daratan
dan hampir 90% adalah plastik.
2. Bulan Juni 2006 program lingkungan PBB
memperkirakan dalam setiap mil persegi terdapat 46.000 sampah plastik
mengambang di lautan.
3. Banyak penyu di Kepulauan Seribu yang mati karena
memakan plastik yang dikira ubur-ubur, makanan yang disukainya.
4. Kantong plastik sisa telah banyak ditemukan di
kerongkongan anak elang laut di Pulau Midway, Lautan Pasifik
(http://www.kapanlagi.com).
Begitu banyak dampak negatif yang
ditimbulkan dari limbah sampah plastik yang tetap dibiarkan begitu saja tanpa
adanya penanganan khusus. Apalagi dapat berpengaruh buruk terhadap kesehatan
manusia. Lingkungan juga menjadi tercemar. Diperlukan partisipasi dari
masyarakat untuk menanggulangi hal tersebut. Cara yang paling efektif untuk
mengurangi penumpukan sampah plastik yaitu dengan proses daur ulang. Melalui
proses daur ulang, penumpukan sampah plastik akan berkurang. Hasil dari proses
daur ulang dapat kita manfaatkan kembali.
Dari uraian sebelumnya telah kita
ketahui bahwa sampah plastik memiliki berbagai dampak negatif bagi lingkungan
dan kesehatan manusia. Cara yang lebih efektif untuk menanggulanginya yaitu
dengan daur ulang. Selain dapat mengurangi penumpukan sampah plastik, daur
ulang juga dapat mengubah sampah-sampah plastik yang tadinya sudah tidak berguna
lagi menjadi barang yang memiliki nilai ekonomi. Daur ulang dapat dilakukan
sesuai dengan jenis plastik. Namun, ada cara yang lebih mudah dan praktis untuk
memanfaatkan sampah plastik, yaitu dengan membuat kerajinan tas plastik bekas
kemasan. Oleh karena itu, proses pembuatan tas berbahan plastik bekas kemasan
perlu disosialisasikan kepada masyarakat agar masyarakat dapat mengetahui cara
memanfaatkan sampah plastik. Ini merupakan salah satu cara untuk mengurangi
penumpukan sampah plastik.
Berikut adalah alat dan bahan serta proses
pembuatan tas cantik dari sampah plastik bekas kemasan.
Alat dan bahan:
1. Kemasan plastik 450 ml sebanyak 4 buah dengan corak
dan warna yang senada (2 buah untuk sisi depan dan belakang, 2 buah lagi untuk
sisi kiri dan kanan).
2. Bisban dengan panjang 50 cm dan lebar 3 cm untuk
tali tas.
3. Bisban dengan panjang 1 m dan lebar 2 cm.
4. Perekat 4 cm.
5. Renda katun 30 cm sebagai hiasan.
6. Jarum (ukuran 16) dan benang jahit berwarna senada.
Cara
membuat:
a. Bersihkan kemasan
plastik dari segala noda dan kotoran. Untuk membersihkannya bisa menggunakan
kertas tisu. Jika noda sulit dibersihkan, bisa merendamnya di dalam air hangat.
Jangan menggunakan air yang terlalu panas karena dapat merusak tekstur plastik.
b.
Gunting dua buah
kemasan dengan ukuran yang diinginkan. Usahakan potongan kedua kemasan plastik
memiliki ukuran yang sama.
c. Gunting dua kemasan
lain (untuk sisi kiri dan kanan) menjadi dua bagian dengan lebar 7 cm. Jahit
bisban pada sisi lebar masing-masing kemasan yang sudah dipotong.
d.
Pasang dan jahit
perekat dengan menggunakan mesin jahit pada bagian dalam sisi depan dan
belakang.
e.
Pasang dan jahit bisban
dengan lebar 3 cm pada bagian permukaan plastik (sisi depan dan belakang)
sebagai tali tas.
f.
Pasang dan jahit renda
katun sekaligus bisban pada sisi atas lembar kemasan plastik. Lakukan langkah
ini pada kemasan plastik untuk sisi depan dan belakang.
g. Sambungkan kedua
kemasan plastik yang sudah dipotong berukuran 7 cm (untuk sisi kiri dana kanan
tas) sehingga membentuk lembaran panjang.
h.
Hubungkan dan sambung
dengan jahitan mesin lembaran panjang tadi dengan lembaran plastik untuk sisi
depan dan belakang.
i.
Pasang bisban pada
seluruh tepinya. Jadilah tas mungil nan cantik berbahan kemasan plastik.
Dengan cara yang sama seperti yang
telah dijelaskan di atas, tas juga dapat dibuat dengan ukuran yang lebih besar.
Tentunya dengan menggunakan kemasan plastik bekas yang lebih banyak lagi dengan
motif dan warna yang senada. Dapat juga ditambahkan beberapa pernak-pernik sebagai
hiasan tas agar lebih menarik. Pernak-pernik yang digunakan tidak harus mahal,
cukup dengan memanfaatkan plastik bekas yang dibentuk sedemikian rupa sesuai
dengan yang diinginkan. Model tas pun dapat disesuaikan dengan selera
masing-masing. Sampah plastik tidak hanya dapat digunakan sebagai bahan untuk
membuat tas saja, tetapi juga dapat dibuat menjadi berbagai barang menarik
lainnya sesuai dengan kreasi masing-masing.
(Devy Kalkausari)
DAFTAR
PUSTAKA
Rochani,
Siti. 2007. Seri Sanitasi Lingkungan.
Surabaya: JP Books.
http://www.chem-is-try.org
Tidak ada komentar:
Posting Komentar