Minggu, 23 Desember 2012

RESENSI


Novel
Wanita-Wanita Matahari




Novel karya Aisyah Qahar seorang novelis kelahiran Mojokerto ini sangat inspiratif. Novel yang berjudul Wanita-wanita Matahari ini mengisahkan kehidupan tiga wanita di sebuah pondok pesantren bernama Al-Falah. Tiga wanita dengan latar belakang yang berbeda itu adalah Lili Kandhi, Faha, dan Ganis. Lili Kandhi adalah wanita yang paling beruntung di antara kedua sahabatnya. Ia memiliki keluarga yang harmonis dan begitu perhatian padanya. Faha, seorang wanita yang kesehariannya berprilaku serampangan memiliki ayah yang kejam dan suka berjudi. Ia memiliki ibu yang bekerja secara serabutan dan memiliki dua adik. Sedangkan Ganis adalah wanita tercantik di antara ketiganya dan berasal dari keluarga yang kaya raya. Namun, Ganis tidak sebahagia Kandhi. Kedua orang tuanya bersikap acuh tak acuh padanya dan sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Ia diasuh oleh neneknya yang sudah sakit-sakitan.
Perbedaan latar belakang itu justru dapat menyatukan mereka. Saat di antara mereka ada yang dihadapkan dengan masalah yang super rumit, yang lainnya akan membantu dan meguatkan. Susah dan senang mereka lalui bersama. Hingga akhirnya mereka bertiga berpisah. Faha pergi dari pesantren setelah mendengar kabar bahwa ibu dan adik-adiknya pergi entah kemana untuk menghindari kekejaman ayahnya. Ganis diusir dari pesantren karena dia dihadapkan ada suatu masalah dengan salah satu pengurus pesantren yang ingin melamarnya. Sedangkan Kandhi tetap bertahan di pesantren demi orang tuanya. Ia tidak mau mengecewakan orang tuanya lagi seperti masa lalunya sebelum masuk pesantren.
Kisah ini berakhir dengan datangnya surat dari Faha dan Ganis untuk Kandhi yang mengabarkan bahwa mereka baik-baik saja sejak mereka pergi dari pesantren. Faha bekerja sebagai penjual nasi goreng dan bakmi. Ibunya meninggal dan ia tinggal di rumah budhenya bersama adik-adiknya. Sedangkan Ganis bekerja melanjutkan usaha neneknya. Neneknya meninggal dunia. Ia menjadi direktur di perusahaan milik neneknya.
Kisah tiga wanita yang kuat dalam menjalani cobaan ini disajikan dengan gaya bahasa yang ringan dan mudah dipahami. Pembaca tidak akan bosan dalam mengikuti alur cerita karena banyak kejutan-kejutan yang sebelumnya menjadi misteri yang disajikan dalam setiap bab cerita. Kisah tiga wanita ini patut kita teladani dalam menghadapi persoalan-persoalan hidup.

                                                                   (Devy Kalkausari)

1 komentar: