Novel
Wanita-Wanita
Matahari
Novel karya Aisyah Qahar seorang novelis kelahiran
Mojokerto ini sangat inspiratif. Novel yang berjudul Wanita-wanita Matahari ini
mengisahkan kehidupan tiga wanita di sebuah pondok pesantren bernama Al-Falah.
Tiga wanita dengan latar belakang yang berbeda itu adalah Lili Kandhi, Faha,
dan Ganis. Lili Kandhi adalah wanita yang paling beruntung di antara kedua
sahabatnya. Ia memiliki keluarga yang harmonis dan begitu perhatian padanya.
Faha, seorang wanita yang kesehariannya berprilaku serampangan memiliki ayah
yang kejam dan suka berjudi. Ia memiliki ibu yang bekerja secara serabutan dan
memiliki dua adik. Sedangkan Ganis adalah wanita tercantik di antara ketiganya
dan berasal dari keluarga yang kaya raya. Namun, Ganis tidak sebahagia Kandhi.
Kedua orang tuanya bersikap acuh tak acuh padanya dan sibuk dengan urusan
mereka masing-masing. Ia diasuh oleh neneknya yang sudah sakit-sakitan.
Perbedaan latar belakang itu justru dapat
menyatukan mereka. Saat di antara mereka ada yang dihadapkan dengan masalah
yang super rumit, yang lainnya akan membantu dan meguatkan. Susah dan senang
mereka lalui bersama. Hingga akhirnya mereka bertiga berpisah. Faha pergi dari
pesantren setelah mendengar kabar bahwa ibu dan adik-adiknya pergi entah kemana
untuk menghindari kekejaman ayahnya. Ganis diusir dari pesantren karena dia
dihadapkan ada suatu masalah dengan salah satu pengurus pesantren yang ingin
melamarnya. Sedangkan Kandhi tetap bertahan di pesantren demi orang tuanya. Ia
tidak mau mengecewakan orang tuanya lagi seperti masa lalunya sebelum masuk
pesantren.
Kisah ini berakhir dengan datangnya surat dari
Faha dan Ganis untuk Kandhi yang mengabarkan bahwa mereka baik-baik saja sejak
mereka pergi dari pesantren. Faha bekerja sebagai penjual nasi goreng dan
bakmi. Ibunya meninggal dan ia tinggal di rumah budhenya bersama adik-adiknya.
Sedangkan Ganis bekerja melanjutkan usaha neneknya. Neneknya meninggal dunia.
Ia menjadi direktur di perusahaan milik neneknya.
Kisah tiga wanita yang kuat dalam menjalani cobaan
ini disajikan dengan gaya bahasa yang ringan dan mudah dipahami. Pembaca tidak
akan bosan dalam mengikuti alur cerita karena banyak kejutan-kejutan yang
sebelumnya menjadi misteri yang disajikan dalam setiap bab cerita. Kisah tiga
wanita ini patut kita teladani dalam menghadapi persoalan-persoalan hidup.
(Devy Kalkausari)

Kelebihan dan kekurangan yang apa
BalasHapus